Senin, 09 Maret 2015

PROPOSAL PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       JUDUL PENELITIAN
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGENDALIAN INTERNAL
(Studi Pada Kusuma Sahid Prince Hotel)

1.2.       LATAR BELAKANG PENELITIAN
 Persaingan dunia bisnis bidang pariwisata dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkat. Di Indonesia sektor pariwisata telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan nasional. Untuk dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara maka dibutuhkan peran dan dukungan dari pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat. Salah satu aspek utama yang menunjang sektor pariwisata adalah bidang perhotelan. Meningkatnya dunia pariwisata saat ini di Indonesia menunjukkan arti penting sebuah hotel. Tak bisa dipungkiri, semakin maju sektor pariwisata, semakin tinggi pula perkembangan bisnis perhotelan. Seiring dengan perkembangan tersebut tentu saja semakin banyak hotel yang berdiri dan tentu saja terdapat persaingan satu sama lain. Dalam menghadapi persaingan tersebut setiap manajemen hotel dituntut untuk melakukan inovasi untuk tetap berkembang. Banyak hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mewujudkan tujuan dan harapan demi memenangkan persaingan bisnis. Salah satunya adalah dengan meningkatkan sistem pengendalian internal yang ada pada perusahaan agar lebih efektif dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Adanya pengendalian internal pada sistem akuntansi yang baik akan mampu menyediakan informasi yang tepat waktu, mampu mengamankan harta perusahaan dan meminimalkan serta mendeteksi resiko yang akan dihadapi perusahaan.
Akuntansi adalah suatu disiplin ilmu yang memfokuskan diri pada kegiatan pengolahan dan penyajian informasi keuangan suatu organisasi, yang akan digunakan pihak tertentu. Menurut Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison (2001:5) akuntansi adalah suatu sistem untuk mengukur kegiatan bisnis, memproses informasi menjadi laporan-laporan, dan mengkomunikasikan temuan-temuannya kepada para pembuat laporan. Informasi merupakan salah satu faktor yang penting bagi perushaan dalam menjalankan kegiatannya, dimana terdapat pihak internal dan pihak eksternal yang juga memberi pengaruh dalam pemberian maupun penerimaan informasi terkait penerimaan dan pengeluaran kas. Berdasarkan pernyataan diatas dapat dilihat suatu laporan atau pencatatan keuangan sangat penting bagi perusahaan. Informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan, dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentinangan. Pihak-pihak di luar perusahaan seperti : kreditur, calon investor, kantor pajak dan lain-lainnya. Di samping itu, pihak internal yaitu manajemen juga memerlukan informasi keuangan untuk mengetahui, mengawasi, dan pengambilan keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan, maka perlu disusun suatu sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan.
W. Gerald Cole (Gellespie Cecil, 1997:2) mengemukakan bahwa Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan. Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan kerani (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi yang relevan untuk mengetahui, mengawasi, dan pengambilan keputusan-keputusan dalam menjalankan perusahaan guna mencapai tujuan organisasi. Dalam kegiatan suatu organisasi, banyak tindakan manajemen yang tidak sistematis. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak memungkinkan bagi seorang manajer untuk menggunakan pertimbangan pribadinya dalam bertindak, kegiatan seperti ini biasanya berkaitan dengan interaksi antara manajer yang satu dengan manajer yang lainnya dan manajer dengan bawahannya. Ketepatan sistem itu sendiri akhirnya tergantung pada kemampuan manajer mengatur seseorang.
Sementara itu, pengendalian adalah proses penetapan standar, dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya dan mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Definisi tersebut lebih menekankan pada tujuan yang ingin dicapai, bukan pada unsur-unsur yang membentuk sitem tersebut. Oleh karena itu, pengertian pengendalian intern di atas berlaku bagi perusahaan yang mengolah informasinya secara manual dengan mesin pembukuan maupun dengan komputer.
Pengendalian internal terdiri atas semua metoda dan tindakan yang saling berkaitan yang diterapkan dalam suatu organisasi untuk mengamankan asset, meningkatkan keandalan catatan akuntansi, meningkatkan efisiensi operasi, dan menjamin kesesuaian dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Terdapat unsur pengendalian internal yang perlu diperhatikan pihak manajemen hotel terkait sistem akuntansi penjualan/ piutang hotel. Beberapa unsur diantaranya terkait dengan unsur organisasi hotel, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, praktek yang sehat serta karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya. Kas merupakan akun yang penting dalam operasional suatu hotel, tanpa ditunjang dengan kas yang memadai akan dapat mengganggu kelancaran aktivitas operasional suatu hotel, karena kas juga sebagai modal kerja yang sangat menunjang kelangsungan aktivitas keseharian suatu hotel. Suatu hotel dalam operasionalnya memerlukan dana yang tidak sedikit, di mana dana tersebut akan digunakan untuk membiayai semua pengeluaran yang disediakan sebagai fasilitas tamu selama menginap dan dana tersebut baru bisa diperoleh kembali oleh perusahaan setelah tamu yang menginap atau menggunakan fasilitas hotel sudah melakukan pembayaran.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penting sekali memiliki sistem pengendalian internal yang bagus. Dengan memiliki sistem pengendalian internal yang bagus, perusahaan dapat memberikan perhatian lebih pada upaya untuk memperbaiki kualitas yang akan memberikan kontribusi bagi keberhasilan perusahaan.
Persaingan dunia usaha semakin ketat, sehingga masalah-masalah yang dihadapi perusahaan semakin banyak. Salah satu permasalahan yang di hadapi perusahaan adalah mengenai pengendalian internal atas penerimaan kas. Karena sering terjadinya kecurangan terhadap kas, maka akan berdampak buruk dan menyebabkan kerugian bagi pihak perusahaan.


1.3.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan pada penelitian ini adalah :
1.3.1. Apa saja bagian atau fungsi yang terkait dalam penerimaan kas Kusuma Sahid Prince Hotel ?
1.3.2. Bagaimana sistem akuntansi yang diterapkan pada Kusuma Sahid Prince Hotel ?
1.3.3. Bagaimana Sistem Pengendalian Internal yang diterapkan pada Kusuma Sahid Prince Hotel ?
1.3.4. Apakah sistem akuntansi penerimaan kas berpengaruh dalam upaya peningkatan pengendalian internal pada Kusuma Sahid Prince Hotel ?

1.4.       TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1.4.1. Untuk mengetahui bagian atau fungsi yang terkait dalam penerimaan kas pada Kusuma Sahid Prince Hotel
1.4.2. Untuk mengetahui sistem akuntansi penerimaan kas yang diterapkan pada Kusuma Sahid Prince Hotel
1.4.3. Untuk mengetahui sistem penegendalian yang diterapkan pada Kusuma Sahid Prince Hotel
1.4.4. Untuk membuktikan pengaruh sistem akuntansi penerimaan kas dalam upaya peningkatan pengendalian internal pada Kusuma Sahid Prince Hotel

1.5.       MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1.5.1. Manfaat teoritis
1)      Bagi penulis, penelitian ini dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan ilmu akuntansi dalam lingkup sistem penerimaan kas yang diterapkan di hotel dalam upaya peningkatan pengendalian internal
2)   Bagi akademisi, penelitian ini dapat memberikan ilmu pengetahuan dalam lingkup sisitem penerimaan kas yang diterapkan di hotel dalam upaya peningkatan pengendalian internal
1.5.2. Kegunaan praktis
1)   Bagi perusahaan, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan referensi dalam pelaksanaan sistem akuntansi yang baik dalam upaya peningkatan penegendalian internal
2)   Bagi pihak eksternal, penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk penelitian sejenis

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1.1.       HASIL PENELITIAN TERDAHULU
Berikut ini adalah hasil penelitian terdahulu yang berhasil dikumpulkan penulis sebagai refrensi dalam penelitian ini :
1.1.1. Citra Violitasari Anggraeni (2014) melakukan penelitian pada Hotel Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang yang berjudul “Sistem Akuntansi Jasa Penjualan Kamar dan Jasa Penjualan Restoran Dalam Upaya Peningkatan Pengendalian Intern”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sistem dan prosedur pada penjualan kamar dan restoran di UB Hotel beberapa aspek sudah mendukung pengendalian intern, seperti dalam aspek praktik yang sehat khususnya perputaran jabatan dan karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya serta formulir yang digunakan juga sudah bernomor urut. Akan tetapi ada beberapa aspek yang masih belum mendukung pengendalian intern yakni belum adanya standar operasional prosedur yang tertulis, masih ada beberapa perangkapan jabatan serta tidak pernah dilakukan pemeriksaan mendadak oleh pimpinan UB Hotel.
1.1.2. Nur Fakhrur Razy (2012) melakukan penelitian pada Hotel Griyadi Montana Malang yang berjudul “Analisis Pengendalian Internal Terhadap Siklus Pendapatan Jasa”. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mengarah pada studi kasus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah secara umum sistem informasi akuntansi atas siklus pendapatan yang ada sudah cukup efektif, perusahaan sudah mampu memproses dokumen dan menyediakan informasi untuk pembuat keputusan, seperti manager. Walaupun masih terdapat kelemahan dari segi pengendalian organisasional, serta kurang optimalnya pengendalian asset, pengendalian dokumentasi, dan pengendalian otorisasi yang telah dilakukan. Selain itu, perusahaan juga belum mempunyai standart operating procedure dan kebijakan akuntansi secara tertulis yang dapat dijadikan sebagai pedoman oleh karyawan dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, permasalahan tersebut perlu diperbaiki dengan melakukan perbaikan pada struktur organisasi, dimana pengendalian organisasi mempunyai keterkaitan erat dengan pengendalian lainnya. Disamping itu juga perlu meningkatkan pengendalian asset, pengendalian dokumentasi, dan pengendalian otorisasi yang telah dilakukan. Serta menyusun standart operating procedure dan kebijakan akuntansi secara tertulis.
1.1.3. Neti Warni melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Unsur Pengendalian Internal Atas Penjualan dan Penerimaan Kas Pada Hotel Plaza Tanjungpinang”. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : Secara keseluruhan sistem pengendalian internal atas pendapatan dan penerimaan kas pada Hotel Plaza Tanjungpinang telah memenuhi unsur pengendalian internal. Dimana manajemen Hotel Plaza Tanjunggpinang sudah menerapkan unsur-unsur pengendalian internal. Tetapi masih terdapat beberapa prosedur yang belum sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal. Berikut adalah kesimpulan yang diambil oleh Penulis dari hasil penelitian diatas :
1)      Unsur pengendalian internal yang diterapkan oleh Hotel Plaza Tanjungpinang secara keseluruhan sudah sesuai dengan unsur pengendalian internal
2)      Sistem pendapatan dan Sistem penerimaan kas pada Hotel Plaza Tanjungpinang sudah sesuai dengan unsur pengendalian internal. Namun di sisi lain masih ada sedikit yang belum sesuai dengan unsur pengendalian internal dimana penjualan tunai seharusnya kas disetorkan ke bank pada hari kerja yang sama atau pada hari kerja berikutnya, akan tetapi menurut tinjauan yang dalakukan oleh penulis di lapangan bahwa setiap kas yang diterima di setor ke bank setiap dua minggu sekali atau satu bulan sebanyak dua kali. Hal seperti ini akan berdampak tidak baik sehingga menimbulkan penyalahgunaan pada kas.
Saran dari penulis untuk Hotel Plaza Tanjungpinang adalah :
1)      Agar lebih maksimal untuk fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas, agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang seperti kecurangan dalam pencatatan
2)      Untuk menghindari penyalahgunaan kas, sebaiknya kas disetor ke bank setiap hari kerja
3)      Berdasarkan unsur pengendalian internal fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas, namun dari hasil penilaian Penulis bahwa fungsi penagih merangkap menjadi fungsi penerimaan kas
4)      Untuk menghindari penyalahgunaan kas, sebaiknya hasil perhitungan kas direkam dalam berita acara dan disetor penuh segera ke bank
5)      Sebaiknya jabatan karyawan sesuai dengan pendidikannya
1.1.4. Yoga Budisatria (2010) melakukan penelitian yang berjudul “Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari Sewa Kamar Hotel Baron Indah Surakarta”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Hotel Baron Indah terletak di jalan Dr. Radjiman 392 Laweyan Surakarta. Hotel ini merupakan hotel melati tiga yang mempunyai service sekelas hotel berbintang tiga dan dibangun dengan nuansa modern dan tradisional. Fasilitas yang dapat ditemukan di Hotel Baron Indah adalah restaurant, ruang pertemuan, laundry & dry cleaning service, store, free transport airport/ station, spa, and business center. Dalam melakukan penjualan jasa perusahaan perlu mempunyai suatu sistem yang dapat menunjang kegiatan operasi perusahaan. Salah satu sistem tersebut yaitu sistem penerimaan kas. Dalam sistem penerimaan kas sangat mungkin terjadi kecurangan dan manipulasi data sehingga diperlukan suatu sistem penerimaan kas yang lebih efektif dan efisien. Pada umumnya sistem penerimaan kas yang diterapkan Hotel Baron Indah telah memadai. Hal ini dapat dilihat dari adanya pemisahan tugas antara fungsi penjualan, fungsi kas, dan fungsi akuntansi. Dokumen yang digunakan telah bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak yang berwenang. Catatan akuntansi yang digunakan telah memadai yang ditunjang dengan penggunaan software hospitality manager. Prosedur yang diterapkan telah dilaksanakan secara konsisten. Selain itu, sistem penerimaan kas ditunjang oleh aktivitas pengendalian intern yang memadai. Jadi sistem penerimaan kas dari sewa kamar Hotel Baron Indah Surakarta sudah cukup baik meskipun masih ada yang perlu ditambahkan.
1.1.5. Titi Widyaningsih, melakukan penelitian yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada Hotel Bukit Asri Semarang”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan secara langsung . Dengan wawancara maupun study pustaka. Selanjutnya melakukan analisis sistem dari perancangan desain sistem informasi akuntansi lalu membuat sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi sistem informasi akuntansi untuk memberikan kemudahan kepada akuntan untuk mengelola data transaksi.
1.2.       LANDASAN TEORI
1.2.1.  Penerimaan Kas dan Fungsi yang Terkait
Kegiatan penjualan terjadi dari transaksi barang atau jasa, baik penjualan secara tunai maupun kredit. Da;am transaksi penjualan secara tunai barang atau jasa diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli jika perusahaan telah menerima pembayaran dari pembeli. Kegiatan penjualan perusahaan secara tunai ditangani oleh perusahaan melalui sistem penjualan secara tunai. Dalam transaksi penjualan kredit, jika pesanan pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya. Kegiatan penjualan kredit ini ditangani oleh perusahaan melalui sistem penjualan kredit.
Menurut Jusup, “Piutang merupakan hak untuk menagih sejumlah uang dari si penjual kepada seorang pembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi (Jusup, 1999:52)” Pada umumnya piutang timbul karena adanya transaksi penjualan kredit. Penerimaan kas yang berasal dari pelunasan piutang hanya dilakukan melalui penagih perusahaan, karena untuk menghindari tidak tertagihnya piutang. Penerimaan kas dalam bentuk cek atau bilyet giro. Hal ini digunakan untuk menghindari peluang bagi karyawan untuk menyelewengkan kas dari hasil penagihan.
Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nilai nominalnya, juga dalam simpanan dalam bank atau tempat-tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu (Baridwan, 1996:86).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang termasuk dalam elemen kas adalah sebagai berikut:
1.      Uang kertas maupun logam baik dalam mata uang dalam negeri maupun mata uang luar negeri
2.      Cek yang belum disetor, Cek yang diterima oleh perusahaan dari pihak lain sebagai alat pembayaran yang setiap saat dapat diuangkan di bank yang bersangkutan
3.      Simpanan di bank, Simpanan di bank dapat digolongkan sebagai kas adalah jenis simpanan yang setiap saat dapat diambil sebagai alat pembayaran untuk keperluan perusahaan. Simpanan di bank ini dapat berbentuk bilyet giro
4.      Hal-hal lain yang dapat disamakan dengan uang, Hal-hal lain yang dapat disamakan dengan uang adalah surat yang dapat diuangkan setiap di bank, di mana bank akan bersedia membayar sebesar nilai nominal yang tercantum dalam surat tersebut. Contoh hal yang dapat disamakan dengan uang ini antara lain:
a.    Cek dari kasir (cashier’s checks)
b.    Bank draft merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh bank yang dapat diuangkan setiap saat di bank yang bersangkutan oleh pemilik bank draft tersebut.
Usaha hotel adalah suatu jasa pelayanan, biasa disebut hospitality of service, yaitu usaha jasa pelayanan bagi setiap orang yang menggunakan fasilitas yang tersedia di dalam usaha hotel tersebut (Richard, 2000:1).
Untuk  mendapatkan data akurat yang diperlukan serta untuk mengurusi dan mendata keluar masuknya semua keuangan, maka di perusahaan hotel memerluka satu bagian atau departemen khusus, yang biasa disebut Accounting Departement atau Departemen Pembukuan. Untuk melakukan tugasnya sehari-hari, berhubung dengan banyaknya tugas pengawasan yang akan dilakukan dengan berbagai persoalan yang mungkin bisa terjadi, maka di Accounting Departement ini umumnya ditentukan beberapa jabatan yang tugas maupun tanggungjawabnya berbeda-beda, tergambar ke dalam dua kelompok besar tugas, yaitu :
1)   In flows           : penerimaan kas
2)   Out flows        : Pengeluaran kas
Secara garis besar Tugas dan Tanggungjawab Accounting Departement (Richard, 2000:3) adalah sebagai berikut :
a.    Bertanggung jawab atas semua keuangan hotel
b.    Bertanggungjawab dalam pengurusan dan pengawasan semua transaksi yang dilakukan oleh sub departemen
c.    Menentukan dan menyetujui semua pemasukan dan pengeluaran
d.   Menerima semua laporan dari tiap sub departemen dalam hal penghasilan maupun ppengeluaran yang dilakukan setiap hari
e.    Menolak setiap proses akuntansi yang tidak sesuai
f.     Membuat laporan mengenai neraca laba dan rugi hotel secara bulanan atau tahunan
g.    Bertugas membuat dan melaksanakan Bookeeping atau pembukuan
h.    Mengatur dan mengendalikan tugas-tugas dari Cost Control
i.      Memeriksa dan mengawasi semua data pencatatan
j.      Menyelesaikan semua masalah yang berhubungan dengan keuangan hotel
Menurut Ikhsan (2008:78) fungsi yang terkait dalam jasa penjualan kamar hotel dan restoran adalah:
1.      Fungsi penjualan
Dalam melaksanakan fungsi penjualan ada beberapa bagian yang terkait yakni bagian receptionist, front office, food&beverages, dan operator
2.      Fungsi general cashier
Pada fungsi general cashier merupakan salah satu fungsi dalam mengumpulkan uang dari kasir untuk dibawa ke bank
3.      Fungsi akuntansi
Pada fungsi akuntansi bertanggungjawab dalam pencatatan seluruh penerimaan kas. Fungsi ini terdapat pada bagian accounting

1.2.2. Sistem Akuntansi
Sistem Akuntansi (Mulyadi, 1997:3) adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Dari definisi akuntansi tersebut, unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah :
1.      Formulir, merupakan dokumen untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) di atas secarik kertas.
Dalam perusahaan, formulir bermanfaat untuk :
1)      Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan
2)      Merekam data transaksi bisnis perusahaan
3)      Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan
4)      Menyampaikan informasi pokok dari satu ke orang laian di dalam organisasi yang sama atau ke organisasi yang lain
2.      Jurnal, merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Jenis jurnal pada umumnya adalah :
a.       Jurnal penjualan
b.      Jurnal pembelian
c.       Jurnal penerimaan kas
d.      Jurnal pengeluaran kas
e.       Jurnal umum
Ada berbagai macam cara yang dapat digunakan untuk mencatat informasi dalam jurnal :
a.       Dengan pena
b.      Dengan mesin pembukuan
c.       Dengan arsip dikumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal
d.      Dengan komputer
3.      Buku Besar (General Ledger)
Terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini di satu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan, di pihak lain dapat dipandang pula sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keuangan.
4.      Buku Pembantu (Subsidiary Ledger)
Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu. Buku pembantu ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu disebut sebagai catatan akuntansi akhir juga karena setelah data akuntansi keuangan dicatat dalam buku-buku tersebut, proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan, bukan pencatatan lagi ke dalam catatan akuntansi.
5.      Laporan
Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur pitang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor komputer.
        Dari uaraian diatas dapat digambarkan siklus akuntansi yang umumnya terjadi sebagai berikut :
Gambar 2.1 siklus akuntansi
       Sistem akuntansi dapat disajikan dengan menggunakan bagian alir dokumen. Berikut ini adalah simbol-simbol standar dengan penjelasannya :

1.2.3.      Sistem Pengendalian Internal
Sistem pengendalian Internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, menegecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Tujuan penegendalian internal menurut definisi diatas adalah :
1)   Menjaga kekayaan organisasi
2)   Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi
3)   Mendorong efisiensi
4)   Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
Menurut Mulyadi (1997:166) unsur pokok sistem pengendalian intern adalah :
1)      Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab dan fungsional secara tegas
2)      Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya
3)      Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugass dan fungsi setiap unit organisasi
4)      Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya

1.2.4.  Pengendalian Internal Dalam Sistem Penerimaan Kas
Jasa penjulan kamar hotel dan jasa lainnya merupakan jenis penjualan kredit. Jadi sistem penerimaan kas berupa pernerimaan kas dari piutang. Unsur pengendalian intern dalam sistem penerimaan kas dari piutang (Mulyadi, 1997), yaitu :
1.    Organisasi :
a.    Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas
b.   Funsi penerimaan kas terpisah dari fungsi akuntansi.
2.    Sumber Otorisasi dan Prosedur Pencatatan :
a.       Debitur diminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk cek atas nama atau dengan cara pemindah bukuan (giro bilyet).
b.      Fungsi penagihan melakukan penagihan hanya atas dasar daftar piutang yang harus ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi
c.       Pengkreditan rekening membantu piutang oleh fungsi akuntansi (Bagian Piutang) harus didasarkan atas surat pemberitahuan yang berasal dari debitur
3.    Praktik yang Sehat :
a.       Hasil perhitungan kas harus direkam dalam berita cara perhitungan kas dan disetor penuh ke bank dengan segera
b.      Para penagih dan kasir harus diasuransikan.
c.       Kas dalam perjalanan (Baik yang ada ditangan Bagian Kasa maupun ditangan bagian perusahaan) harus diasuransikan
4.    Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya :
a.       Semua fungsi yang terlibat harus bekerja sesuai dengan job descripsion

Gambar 2.3 struktur penegendalian intern
Sudah jelas digambarkan bahwa pengendalian internal terdiri dari lingkungan pengendalian, sistem akuntansi dan prosedur pengendalian. Untuk meningkatkan pengendalian internal suatu perusahaan, maka sistem akuntansi harus dirancang dengan baik, prosedur pengendalian harus dilakukan dengan konsisten dan didukung dengan lingkungan pengendalian yang baik. Karena salah satu tujuan pengendalian intenal adalah memeriksa ketelitian dan keandalan data akuntansi. Jadi, antara sistem akuntansi dan pengendalian internal jelas terdapat berhubungan.

4.1.       HIPOTESA
Dari hasil penelitian terdahulu dan landasan teori yang telah diuraikan diatas, maka hipotesa yang dapat diambil untuk diuji kembali adalah :
4.1.1. Fungsi yang terkait dalam penerimaan kas adalah : fungsi penjualan, fungsi general cashier, dan fungsi akuntansi
4.1.2. Sistem akuntansi yang diterapkan adalah dengan melibatkan seluruh unsur yang ada, yaitu : jurnal, formulir, buku besar, buku pembantu, dan laporan
4.1.3. Pengendalian internal yang diterapkan adalah dengan melibatkan seluruh unsur yang ada, yaitu : organisasi, otorisasi, praktik yang sehat dan karyawan yang mutunya terjamin
4.1.4. Agar tercapainya tujuan perusahaan harus merancang sistem pengendalian internal yang baik. Sistem pengendalian internal yang baik harus melibatkan seluruh unsur yang ada. Maka dari itu sistem akuntansi khususnya penerimaan kas juga harus dirancang dan dijalani dengan baik. Karena struktur pengendalian internal terdiri dari : sistem akuntansi, prosedur pengendalian dan juga lingkungan


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.       WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
3.1.1. Waktu
Akan dilakasanakan setelah proposal penelitian disetujui dan berlangsung selama dua bulan
3.1.2. Tempat
Inatansi    : Kusuma Sahid Price Hotel
Alamat     :  Jl. Sugiyopranoto No. 20, Jawa Tengah 57111, Indonesia
Telp          :  +62 271 646356

3.2.       SUBYEK PENELITIAN
Penelitian akan dilakukan di departement accounting, yaitu :
1.    Chief Accounting/ Accounting Manager
2.    Book Keeper
3.    General Cashier
4.    A/R Officer
5.    Income Auditor
6.    Restaurant Cashier
7.    Receiving Clerk
8.    Front Office Chashier
9.    Night Audit
3.3.       JENIS DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
3.3.1. Jenis Penelitian
Metode Deskriptif (Suryana, 2010:20) yaitu metode yang digunakan  untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu fenomena. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data, mengaanalisis data dan menginterprestasikannya. Metode deskriptif dalam pelaksanaannya dilakukan melalui: teknik survey, studi kasus (bedakan dengan suatu kasus), studi komparatif, studi tentang waktu dan gerak, analisis tingkah laku, dan analisis dokumenter.
Metode kualitatif dinamakan metode baru karena popularitasnya  belum lama. Disebut juga metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Disebut juga metode artistik karena proses penelitian lebih bersifat artistik. Disebut juga metode interpretative research.

3.3.2. Teknik Pengumpulan data
Sugiyono (2013:194) mengemukakan terdapat tiga pengumpulan data berdasarkan tekniknya yaitu wawancara, angket (kuisoner), dan observasi. Dengan penjelasan sebagai berikut :
1.      Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk lebih mendalami responden secara spesifik yang dapat dilakukan dengan tatap muka ataupun komuikasi menggunakan alat bantu komunikasi. Sugiyono (2013:194) mengemukakan wawancara dapat dilakukan dengan cara :
a)      Wawancara Terstruktur  digunakan teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, selain membawa instrument sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar
b)      Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan
2.      Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberri seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
3.       Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga pada obyek-obyek alam yang lain. Dari proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation.

3.4.       Analisa Data
Analisis data bersifat induktif/ kualitatif berdasarkan fakta -fakta yang ditemukan di lapangan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori

3.5.       Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I                PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis akan menguraikan tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian
BAB II              TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang Pengertian variable yang terkait, dan Hipotesis
BAB III             METODELOGI PENELITIAN
Dalam bab ini akan dibahas tentang Lokasi Perusahaan, Subyek Penelitian, dan Teknik Pengumpulan Data
BAB IV             HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN
Penulis akan menguraikan tentang Sejarah Perusahaan, Sruktur Organisasi, Analisa Data
BAB V              PENUTUP
Dalam bab terakhir ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari pembahasan yang telah disampaikan pada pembahasan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


DAFTAR PUSTAKA


Baridwan, Zaki. 1993. Intermediate Accounting. Edisi 7. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta

Cecil Gillespie, 1971, Accounting System, Procedures And Methods, Prentice-Hall, Inc.,  Edisi 3, New Jersey

Ikhsan, Arfan dan Prianthara, Ida Bagus Teddy.2008. Sistem Akuntansi Perhotelan Edisi Pertama. Graha Ilmu : Yogyakarta

Jusup Al, Haryono. 1999. Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan. Jilid 2. Yogyakarta : Bagian Penerbit STIE YKPN

Mulyadi, 1997, Sistem Akuntansi, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ykpn, Edisi 3, Yogyakarta

Purnomo Bambang, 2005. Sistem Akuntansi Jasa Wisata, Cetakan Ke 5, Penerbit Kanisius Yogyakarta

Sihite Richard, 2000, Hotel Accounting Dan Cashier, Edisi 5, Cetakan 5, Penerbit SIC, Surabaya

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung : Alfabeta

Suryana, 2010. Metode Pen.elitian, Universitas Pendidikan Indonesia

1 komentar: